Bukan sekadar trik—ini langkah teruji yang mengubah traffic jadi transaksi.
1) Kenali Audiens & Pain Point
Buat persona: siapa, masalah inti, keberatan, dan momen beli.
2) Pesan Berbasis Manfaat
Gunakan bahasa hasil, bukan fitur.
Formula headline: [Hasil] tanpa [Hambatan] dalam [Waktu].
3) Penawaran yang Cerdas
Terapkan Good/Better/Best, bonus terbatas, dan risk-reversal (garansi/try-out).
4) Landing Page Cepat & Jelas
Struktur: Problem → Solusi → Bukti → Penawaran → CTA.
Minimalkan distraksi, buat CTA menonjol dan konsisten.
5) Social Proof yang Kuat
Testimoni, rating, studi kasus singkat, angka terukur (sebelum-sesudah).
6) Lead Magnet & Nurturing
Ebook/ceklist/template → follow-up via WhatsApp/email (nilai → penawaran).
7) Retargeting Pintar
Segmentasi berdasarkan perilaku (view content, add to cart, initiated checkout).
8) Pricing Psychology
Anchoring (bandingkan paket), decoy (paket “umpan”), dan bundling hemat.
9) Urgensi & Kelangkaan yang Sehat
Batas waktu/kuota nyata dan transparan—hindari “fake scarcity”.
10) Konten Edukasi yang Mengonversi
Campuran edukasi, demo, behind the scenes, UGC/KOL; sisipkan CTA natural.
11) Optimasi Checkout
Form sesingkat mungkin, opsi pembayaran lengkap, petunjuk jelas setelah bayar.
12) Program Referral & Loyalty
Berikan insentif spesifik untuk rekomendasi/ulang beli.
13) A/B Testing Ringkas
Uji satu variabel per eksperimen: headline, visual hero, CTA, atau harga.
14) Dashboard Metrik Wajib
Pantau CPC, CPA, CTR, CR, AOV, ROAS; review mingguan dan keputusan tegas.
15) Scale yang Terkendali
Duplikasi aset iklan pemenang, perluas audiens/pasar, hentikan yang rugi cepat.
Template Cepat (siap pakai)
Kerangka Copy: Problem → Agitasi → Solusi → Bukti → Penawaran → CTA
CTA kuat: “Coba Gratis/Audit Gratis/Contoh Gratis—Klik WhatsApp Sekarang.”
